Autobiografi Erdha Nuur Putri Nadhiifah

 

    Perkenalkan, nama saya Erdha Nuur Putri Nadhiifah. Saya berasal dari keluarga yang menjadi tempat saya belajar hidup apa adanya dan menjadi tempat pertama saya belajar tentang kehidupan. Saat ini, saya menjalani peran sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta. Autobiografi ini saya tulis sebagai gambaran perjalanan hidup saya, dari pengalaman yang pernah saya jalani sampai harapan yang ingin saya capai ke depan. Saya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ayah dan ibu saya berasal dari Yogyakarta, hanya beda kecamatan atau yang sekarang disebut kapanewon. Kisah awal keluarga saya bermula dari pertemuan orang tua saya dalam sebuah lomba layang-layang di desa ayah saya. Pada saat itu, ibu saya datang bersama temannya yang merupakan teman ayah saya. Dari pertemuan sederhana tersebut, hubungan mereka berkembang hingga akhirnya membangun keluarga bersama. Di dalam keluarga, orang tua saya menekankan nilai kejujuran serta tanggung jawab sejak dini. Saya dibiasakan untuk bersikap jujur dan bertanggung jawab atas pilihan yang saya buat. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan saya. Keluarga menjadi sumber dukungan utama dalam setiap tahap kehidupan saya, sekaligus tempat saya belajar bersikap konsisten dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

    Sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, saya menempuh pendidikan mulai dari TK hingga SMA. Setelah menyelesaikan SMA pada tahun 2024, saya memutuskan untuk menjalani masa gap year selama satu tahun. Keputusan tersebut diambil bukan hanya karena saya belum diterima melalui jalur SNBT pada tahun itu, tetapi juga karena pada saat tersebut saya belum memiliki niat yang kuat untuk langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pada masa tersebut, saya memanfaatkan waktu untuk refleksi diri dan menyusun rencana hidup dengan lebih matang. Selama gap year, saya mengisi waktu dengan berjualan kecil-kecilan di depan rumah. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata tentang kemandirian, pengelolaan waktu, dan tanggung jawab. Dari proses tersebut, saya belajar bahwa setiap hasil membutuhkan usaha dan kesabaran. Kegiatan ini saya pilih karena memiliki waktu yang lebih fleksibel. Saat itu, saya berpikir bahwa jika bekerja penuh waktu, akan cukup sulit untuk kembali menyesuaikan diri apabila saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah pada tahun 2025. Keputusan tersebut muncul setelah saya melakukan refleksi diri dan mulai menyadari pentingnya pendidikan sebagai bekal ke depan. Pada tahun 2025, saya kembali mendaftar perguruan tinggi melalui jalur SNBT dengan tiga pilihan program studi dan diterima dipilihan kedua yaitu pada Program Studi Pendidikan IPS. Awalnya, saya sempat merasa kecewa karena belum diterima dipilihan pertama. Namun, seiring berjalannya waktu dan pengalaman menjalani perkuliahan, saya belajar menerima hasil tersebut dan beradaptasi dengan lingkungan baru sebagai mahasiswa.

    Dalam sepuluh tahun ke depan, saya berharap bisa terus berkembang dan mengambil peran yang bermakna di berbagai bidang yang saya jalani. Saya ingin membangun kemandirian melalui usaha yang saya kelola sendiri, sambil terus belajar dan memberi manfaat bagi sekitar. Ke depannya, saya ingin menjalani kehidupan yang seimbang dan berdampak bagi orang lain.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan Agama dalam Pencarian Makna Hidup

Konsep Iman dalam Islam sebagai Fondasi Kehidupan